FATWA ULAMA

15 07 2012

Banyak para penghafal al-Quran dan al-Hadits yang mengesahkan hadits-hadits tentang Sang Mahdi, antara lain Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “Minhaju al-Sunnah fi Naqdi Kalami al-Syi’ah waal-Qadariyyah” (4/211). Ini juga telah difatwakan oleh banyak ulama, di antaranya :

[1]. Al-Hafizh Abul Hasan al-Abiri berkata, “Telah mutawatir berita-berita dan telah melimpah riwayat-riwayat dari Rasulullah e yang menyebutkan tentang Sang Mahdi. Berasal dari keluarga beliau, akan berkuasa selama tujuh tahun, akan memenuhi bumi dengan keadilan, bahwa Isa p akan muncul dan membantunya memerangi Dajjal, dan dia mengimami umat ini melakukan shalat dan Nabi Isa p shalat di belakangnya.” [Tahdzibul Kamal fi Asmair Rijal (3/1194) karya Abul Hajjaj Yusuf al-Maziy dan Al-Manarul Munif 142 dengan tahqiq Abdul Fattah Abu Ghadah]

[2]. Muhammad al-Barzanji berkata, di dalam kitabnya Al-Isya’ah Asyratial-Sa’ah yang memuat banyak sekali tanda akan datangnya kiamat dan di antaranya adalah Sang Mahdi yang merupakan tanda yang pertama kali muncul, “Ketahuilah bahwasanya hadits-hadits yang membicarakan Sang Mahdi dengan pelbagai riwayatnya hampir tak terhitung banyaknya.” (hal.87). Dia berkata lagi, “Saya tahu bahwa hadits-hadits yang membicarakan adanya Sang Mahdi dan keluarnya pada akhir zaman, dari keluarga Rasulullah  dari keturunan Fatimah mencapai derajat mutawatir maknawi, maka tidak ada artinya orang mengingkarinya.” (hal. 112)

[3]. Al-‘Allamah Muhammad al-Safarini berkata, “Banyak sekali riwayat tentang kedatangan Sang Mahdi hingga mencapai derajat mutawatir maknawi. Hal ini sudah tersebar di kalangan ulama sunnah sehingga dianggap sebagai akidah mereka.”Kemudian beliau menyebutkan sejumlah hadits dan atsar mengenai kedatangan Sang Mahdi dan nama beberapa orang sahabat yang meriwayatkannya. “Sungguh telah diriwayatkan dari orang-orang yang menyebutkan nama sahabat dan yang tidak menyebutkan nama sahabat dengan riwayat yang banyak sekali jumlahnya serta dari para tabi’in sehingga menghasilkan ilmu (pengetahuan) yang pasti (qath’i). Karena itu mengimani kedatangan Sang Mahdi  adalah wajib sebagaima na ditetapkan oleh para ahli ilmu dan dibukukan dalam akidah Ahli Sunnah wa Jama’ah.” [Lawami’ul Anwari Bahiyah (2/84). Periksa: Aqidah Ahlis Sunnah wal Atsar, halaman 173]

[4]. Imam Syaukani berkata, “Hadits-hadits mutawatir  mengenai kedatangan Sang Mahdi al-Muntazhar yang dapat dipegangi sebagai hujjah di antaranya terdapat lima puluh hadits yang terdiri atas hadits shahih, hasan, dan dha’if yang terpuluhkan kedudukannya (karena banyaknya yang sahih dan hasan); dan ini adalah mutawatir tanpa diragukan dan tanpa ada kesamaran. Bahkan dalam jumlah di bawah lima puluh pun sudah dianggap mutawatir menurut istilah yang ditetapkan dalam ilmu ushul. Adapun atsar-atsar dari sahabat mengenai kedatangan Sang Mahdi ini banyak sekali jumlahnya dan dapat dihukumi marfu”, mengingat tidak adanya lapangan ijtihad dalam masalah ini (yakni tidak mungkin para sahabat berani mengatakan dengan pendapatnya sendiri bahwa kelak akan datang Sang Mahdi pada akhir zaman. melainkan karena mereka mendengar keterangan dari Rasulullah SAW. mengenai masalah ini).” [Dari risalah Al-Syaukani yang berjudul Al-Taudhih fi Tawaturi Ma Ja-a fil Mahdil Muntazhar wa al-Dajjal wa al-Masih sebagaimana dikutip oleh Shidiq Hasan dalam kitab Al-Idza ‘ah halaman 113-114 dan Al-Katani dalam kitab Nazhmul Mutanatsir minal Haditsil Mutawaatir” halaman 145-146. Periksa kitab Aqidah Ahlis Sunnah wal Atsar fil Mahdil Muntazhar halaman 173-174]

[5]. Shidiq Hasan berkata, “Hadits-hadits mengenai Sang Mahdi dengan riwayat dan susunan redaksinya yang bermacam-macam banyak sekali jumlahnya hingga mencapai derajat mutawatir maknawi. Hadits-hadits tersebut tercantum dalam kitab-kitab Sunan dan lain-lainnya dari kitab-kitab ke-Islaman, baik yang berupa mu’jam maupun musnad.” [Al-Idzaa ‘ah lima Kana wa ma Yakunu Baina Yadayis Sa’ah, halaman 112]

[6]. Syaikh Muhammad bin Ja’far al-Kattani berkata, “Walhasil, hadits-hadits mengenai Sang Mahdi al-Muntazhar adalah mutawatir. Demikian pula hadits-hadits tentang dajal dan akan turunnya kembali Nabi Isa Ibnu Maryam p.” [Nazhmul Mutanatsir minal Haditsil Mutawatir karya Syaikkh Muhammad bin Ja’far al- Kattani, halaman 147]

Demikian suatu penjelasan yang sangat singkat , mudah-mudahan bermanfat bagi ummat muslimin semuanya.

Wallohulmuwwafiq ilaa aqwamithariq, wassalamu’alaikum wr.wb.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: